Cara Menjadi Guru Kreatif, Berani Keluar dari Zona Nyaman

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Cara Menjadi Guru Kreatif, Berani Keluar dari Zona Nyaman

Guru, apalagi pembimbing di Sekolah Dasar  merupakan garda terdepan dalam bumi pendidikan. Kualitas pembimbing menentukan baik buruknya bumi pendidikan dan karakter anak bangsa. Oleh lantaran itu, pembimbing SD kudu selalu meningkatkan kompetensi agar pendidikan semakin berkualitas. 

Lihat juga : Profil Guru SD Sesuai Potret Pendidikan Masa Depan

Namun, pada kenyataannya banyak pembimbing nan enggan untuk mengembangkan potensi diri. Mereka condong terkurung di dalam area nyaman. Menganggap dirinya saat ini sudah cukup dan pengetahuannya sudah memadai. Padahal kenyataannya pengetahuan pengetahuan itu sangat luas dan terus berkembang.

Indonesia memerlukan guru-guru nan imajinatif dan inovatif. Guru nan bisa membikin kegiatan pembelajaran serta suasana dalam proses pembelajaran menjadi menyenangkan dengan beragam strategi nan bervariasi. Guru nan berani mencoba langkah-langkah baru dan strategi baru dengan caranya sendiri. Tentu saja nan sesuai dengan perkembangan peserta didik.

Cara Menjadi Guru nan Kreatif dan Inovatif

Kreatif dan inovatif bukan bawaan lahir pada setiap diri manusia, namun sesuatu nan bisa dilahirkan dan diupayakan.  Lalu sekarang, gimana langkah agar menjadi pembimbing imajinatif dan inovatif? Nasrah, S.Pd.I., Gr, Guru di SMP Negeri 8 Palopo menuliskan keluar dari area nyaman, salah satu kuncinya. Berikut langkah jadi guru imajinatif dan inovatif:

Selalu Siap Belajar

Saat ini tak bisa dipungkiri, anak-anak jauh lebih terampil dalam penggunaan teknologi (IT). Namun, pembimbing tidak boleh ketinggalan. Guru pun kudu belajar IT lantaran siap menjadi pembimbing berfaedah siap juga untuk belajar. Guru selalu update keilmuan dengan terus belajar meski sudah mengajar. Di era sekarang pembimbing melek IT adalah keniscayaanuntuk tidak ketinggalan zaman.

Berani Keluar dari Zona Nyaman

Jika selama ini pembimbing merasa bahwa tanpa melakukan produktivitas serta penemuan apapun pembelajaran sudah bisa berjalan, pandangan seperti itu kudu diubah. Mindset tersebut kudu dibuang. Pasalnya perihal itu tidak bakal membikin seseorang berpikiran maju. Jika terus dipelihara, maka proses pembelajaran bakal membosankan dan siswa pun tidak tertarik untuk mengikutinya. Akhirnya kualitas pembelajaran tidak bisa maksimal.

Selengkapnya
Sumber Pendidikan
Pendidikan
Atas