Bunga Tabungan Nol, Simpan Uang di Bank Nggak Dapat Apa-apa | Drafmedia.com

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta -

Suku bunga tabungan di perbankan sempat menyentuh level nol persen. Ini artinya orang nan menyimpan duit dengan produk tabungan biasa tidak mendapatkan untung apa-apa.

Untuk suku kembang simpanan juga tidak terlalu tinggi. Masih tak lebih dari 3%. Namun besaran kembang tentu berbeda untuk special rate, nan memang tergantung dari kesepakatan antara bank dan nasabah.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho mengungkapkan memang untuk kembang bank nan nol persen hingga biaya admin nan besar bisa mempengaruhi jumlah tabungan.

Menurut dia, sebaiknya rekening tabungan digunakan bukan untuk mengembangbiakkan uang.

"Karena dengan kembang segitu (0%), sudah pasti tak bakal ada keuntungannya. Apalagi sekarang inflasi dan BBM naik," kata dia.

Andy menyebut sebaiknya rekening tabungan ini digunakan untuk cash flow sehari-hari alias menerima gaji, untuk transaksi bisnis.

Masih Bisa Dapat Bunga, Ini Syaratnya

Bank juga tetap memberikan kembang untuk tabungan. Ada syarat dan ketentuannya ialah jumlah tabungan kudu di atas Rp 50 juta hingga di atas Rp 1 miliar. Bunga tabungan bervariasi mulai dari 0,10% hingga 0,60%.

Tak hanya itu ada juga bank nan memberikan kembang jika saldo rata-rata dalam satu bulan Rp 1 juta hingga Rp 100 juta.

Dengan Bunga Kredit Bagai Langit dan Bumi

Dari informasi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) nan diterbitkan oleh bank. Suku kembang angsuran tetap berada di kisaran 7-8% untuk angsuran korporasi. Bahkan ada beberapa bank ang memberikan kembang untuk angsuran mikro hingga 10%.

Perlu diketahui suku kembang dasar angsuran (SBDK) adalah kembang dasar nan digunakan untuk penetapan kembang angsuran nan dikenakan oleh bank kepada nasabah.

Jadi jangan heran dan bingung, jika kembang angsuran nan sudah sampai ke pelanggan belum tentu sama namalain berbeda dengan SBDK nan dicantumkan bank.

Karena memang, SBDK belum memperhitungkan komponen perkiraan premi akibat nan besarnya tergantung dari penilaian bank terhadap akibat masing-masing debitur alias golongan debitur.

Download report Year in Review 2022 di sini

(kil/dna)

Selengkapnya
Sumber Berita Keuangan Update
Berita Keuangan Update
Atas