Bukan Kembang Api, Ukraina Sambut 2023 dengan Hujan Rudal | Drafmedia.com

Bukan Kembang Api, Ukraina Sambut 2023 dengan Hujan Rudal | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Asap mengepul setelah ledakan terdengar dari arah pangkalan udara militer Rusia di dekat Novofedorivka, Crimea, Selasa (9/8/2022). (Pool via Reuters) Foto: Asap mengepul setelah ledakan terdengar dari arah pangkalan udara militer Rusia di dekat Novofedorivka, Crimea, Selasa (9/8/2022). (Pool via Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kota-kota di Ukraina memulai tahun 2023 dengan mendapat lebih banyak rudal dan drone dari Rusia. Serangan hujan rudal tersebut setidaknya menewaskan sedikitnya tiga penduduk sipil di seluruh negeri.

Melansir CNBC International, serangan pada Minggu siang di daerah selatan Zaporizhzhia menewaskan satu orang, menurut kepala manajemen militer regional, Alexander Starukh.

Penembakan malam hari di bagian selatan kota Kherson menewaskan satu orang dan menghancurkan ratusan jendela di rumah sakit anak-anak, menurut wakil kepala staf kepresidenan Kyrylo Tymoshenko. Pasukan Ukraina merebut kembali kota itu pada November setelah pasukan Rusia mundur melintasi Sungai Dnieper, nan membelah daerah Kherson.

Ketika peluru menghantam rumah sakit anak-anak pada Sabtu malam, mahir bedah mengoperasi seorang anak laki-laki berumur 13 tahun nan terluka parah di desa terdekat malam itu, kata Gubernur Kherson Yaroslav Yanushevych. Bocah itu dipindahkan dalam kondisi serius ke rumah sakit sekitar 99 kilometer (62 mil) jauhnya di Mykolaiv.

Beberapa ledakan juga mengguncang ibu kota dan daerah lain di Ukraina pada Sabtu dan sepanjang malam, melukai puluhan orang. Seorang ahli foto AP di letak ledakan di Kyiv memandang tubuh seorang wanita saat suami dan putranya berdiri di dekatnya.

Universitas terbesar di Ukraina, Universitas Nasional Taras Shevchenko di Kyiv, melaporkan kerusakan nan signifikan pada gedung dan kampusnya. Walikota Vitali Klitschko mengatakan dua sekolah rusak, termasuk taman kanak-kanak.

Pejabat Ukraina menuduh Moskow sengaja menargetkan penduduk sipil berbareng dengan prasarana untuk menciptakan suasana ketakutan selama bulan-bulan musim dingin nan panjang.

Serangan itu terjadi 36 jam setelah serangan rudal nan diluncurkan Rusia pada Kamis lampau merusak akomodasi prasarana energi. Tindak lanjut nan luar biasa sigap pada Sabtu membikin cemas para pejabat Ukraina.

Rusia telah melakukan serangan udara pada kekuatan Ukraina dan pasokan air nyaris setiap minggu sejak Oktober 2022. Ini meningkatkan penderitaan Ukraina, sementara pasukan daratnya tetap berjuang untuk memperkuat dan maju.

Sementara dalam pidato video Minggu (1/1/2023) malam, Presiden Volodymyr Zelensky menyebut pasukan Ukraina di udara dan di darat menembak jatuh 45 drone peledak buatan Iran nan ditembakkan oleh Rusia pada Sabtu malam dan sebelum Minggu pagi tersebut.

Zelensky, dalam pidato malamnya, juga berterima kasih kepada pekerja utilitas lantaran telah membantu menyalakan lampu selama serangan terakhir. "Sangat krusial gimana semua penduduk Ukraina mengisi kembali daya jiwa mereka pada Malam Tahun Baru ini," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Di Depan MPR/DPR, Jokowi Pamer RI Diterima Rusia dan Ukraina


(tfa/tfa)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas