Bukan Cuma China, AS Juga Was-Was Varian Baru 'Ledakan' Covid | Drafmedia.com

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat baru saja menetapkan daftar jenis Covid-19 baru. Varian XBB 1.5 dikhawatirkan bisa menyebabkan peningkatan kasus baru usai musim liburan kali ini.

Kenaikan kasus di AS tercatat mencapai 40% dari sebelumnya 20% pekan lalu. Di daerah Timur Laut disebutkan 75% kasus merupakan XBB 1.5. Di China juga ada kekhawatiran tingginya kasus memicu jenis baru.

Direktur Divisi Coronavirus dan Virus Pernapasan Lain CDC, Barbara Mahon menjelaskan tidak ada indikasi jenis menyebabkan penyakit lebih parah dari virus omicron lain. Soal rawat inap, dia menjelaskan memang ada peningkatan namun di Timur Laut perihal itu belum terjadi.

"Kami memandang rawat inap telah meningkat secara keseluruhan di seluruh negeri. Mereka nampaknya tidak mencatat lebih banyak di area dengan lebih banyak XBB 1.5," jelasnya, dikutip dari NBC News, Senin (2/1/2023).

Sementara itu, banyak mahir nan juga cemas jenis tersebut dapat menangkal antibodi nan diciptakan vaksin Covid-19 dan jangkitan sebelumnya.

XBB 1.5 merupakan bagian dari jenis omicron XBB. Ini berasal dari subvarian omicron BA.2.10.1 dan BA.2.75.

Gabungan daari XBB dan XBB 1.5 membikin 44% kasus di AS. Jumlah tersebut lebih tinggi dari jenis omicron lainnya nan pernah ada.

Hingga saat ini menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ada 70 negara nan telah melaporkan keberadaan kasus XBB. Varian tersebut menyebabkan lonjakan kasus di sejumlah negara di Asia seperti India dan Singapura pada bulan Oktober lalu.

Berdasarkan sebuah studi, XBB bisa menghindari antibodi dari jangkitan sebelumnya alias vaksin Covid-19. Artinya seseorang bisa terpapar virus lagi dengan menunjukkan indikasi terkait.

Namun berasas kasus XBB di Singapura, Rick Bright nan merupakan mahir imunologi mengatakan tidak ada lonjakan rawat inap dan kematian di sana. Menurut kesimpulannya perihal itu terjadi lantaran populasi negara tersebut telah divaksinasi termasuk dengan pemberian dosis booster.

"Kami itu pikir itu lantaran sebagian besar populasi di Singapura telah divaksinasi dengan vaksin dan booster terbaru," kata Bright.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas