Bos OJK: AB Gak Mau Jam Perdagangan Saham Balik Normal | Drafmedia.com

Bos OJK: AB Gak Mau Jam Perdagangan Saham Balik Normal | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo secara resmi telah mencabut PPKM di Indonesia, namun Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan jam perdagangan bursa saham di awal Januari 2023 belum berubah. Hal itu juga dipastikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nan menyebut jika Anggota Bursa (AB) menghendaki agar jam perdagangan tidak kembali seperti masa sebelum pandemi.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi mengatakan sudah meminta kepada BEI untuk mengadakan survei untuk perihal ini. Dari survei tersebutlah diketahui angan dari AB.

"Seluruh personil bursa menghendaki agar jam perdagangan tidak kembali ke normal. Ternyata setelah dikurangi dari jam 4 ke 3, RMTH nan terjadi tidak berkuarng apalagi bertambah," ungkap Inarno dalam konvensi pers bulanan OJK, Senin (2/1/2023).

Meski begitu, Inarno berjanji bakal kembali mempelajari dan meriview terus dari perihal tersebut dan memandang perkembangan nan ada.

"Ini input dari pelaku pasar dan bakal terus kami lihat perkembangannya," ungkap Inarno.

Selain mengkaji jam perdagangan, OJK juga tengah meriview simetris auto rejection nan diakui cukuh jauh jaraknya. Yakni 35% untuk pemisah atas dan 7% untuk pemisah bawah.

"Kami memandang dan terus mempelajari, kami memandang bakal kembali ke arah normal secara berjenjang dan sedang dikaji," pungkas Inarno.

Sebelumnya, Direktur BEI Irvan Susandy mengatakan jam perdagangan tetap sama. Hal itu sekaligus menjelaskan rumor nan beredar terkait kembalinya jam perdagangan bursa saham seperti sebelum pandemi. Isu ini muncul seiring terbitnya Surat Keputusan Direksi Bursa Efek Indonesia terntang Perubahan Pedoman Perdagangan tertanggal 28 Desember 2022.
Dalam surat tersebut dituliskan jam perdagangan bakal seperti sebelum pandemi, ialah pukul 09.00-12.00 untuk sesi I. Sementara, sesi II berjalan pada pukul 13.30-15.49.

"Dalam pedoman memang merujuk pada jam normal. Tapi, kami menggunakan tetap merujuk ke jam perdagangan pandemi," terang Irvan.

Adapun jam perdagangan pandemi adalah pukul 09.00-11.30 untuk sesi I dan 13.30-15.00 untuk sesi II.

Irvan menambahkan, jam perdagangan nan merujuk ke jam sebelum pandemi lebih lantaran menyesuaikan bahasa norma nan rigid. Terkait kapan perubahan jam kembali normal, Irvan mengatakan tetap dalam pembahasan berbareng otoritas terkait.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

19 Perusahaan di Pasar Modal Kena Sanksi, Ini Kata OJK


(tep/ayh)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas