Bikin Cemas! Varian Covid-19 Berbahaya Muncul dari China | Drafmedia.com

Bikin Cemas! Varian Covid-19 Berbahaya Muncul dari China | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Petugas kesehatan nan mengenakan perangkat pelindung diri (APD) memeriksa persiapan akomodasi Covid-19 di sebuah rumah sakit di Mumbai pada 27 Desember 2022. (PUNIT PARANJPE/AFP via Getty Images) Foto: Petugas kesehatan nan mengenakan perangkat pelindung diri (APD) memeriksa persiapan akomodasi Covid-19 di sebuah rumah sakit di Mumbai pada 27 Desember 2022. (AFP via Getty Images/PUNIT PARANJPE)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para intelektual cemas soal kemungkinan adanya jenis baru nan meledak di China. Ini terkait lonjakan kasus Covid-19 di negara tersebut selama beberapa waktu terakhir.

"China mempunyai populasi nan sangat besar dan kekebalannya terbatas. Itu nampaknya jadi penyebab memandang ledakan jenis baru," kata master penyakit menular di Universitas Johns Hopkins, Dr Stuart Campbell Ray, dikutip dari Euro News, Senin (2/1/2022).

Dia menambahkan, "Saat kami memandang gelombang besar infeksi, sering kali diikuti dengan munculnya jenis baru".

Menurut Dr Shan-Lu Liu dari Ohio State University ditemukan jenis BF.7 nan diyakini mendorong lonjakan kasus saat ini. Varian tersebut disebut bisa menghindari kekebalan tubuh pasien.

Sebelumnya China mempunyai kebijakan ketat soal 'Zero Covid' nan pada akhirnya ditinggalkan belakangan ini. Soal vaksin, masyarakat setempat memang tinggi tapi tidak untuk booster terutama di kalangan orang tua.

China diketahui menjadi tempat produksi sejumlah vaksin dalam negeri. Namun Euro News mencatat ini juga membuktikan vaksin domestiknya tidak terlalu efektif dibandingkan dengan platform messenger RNA (mRNA) nan dibuat negara Barat.

Pemberian vaksin kepada masyarakat juga sudah lebih dari satu tahun lalu. Artinya kekebalan mulai berkurang dan menjadi landasan lembek untuk virus Covid-19 muncul.

Sejak tiga tahun lampau saat kasus pertama ditemukan sudah banyak jenis nan muncul. Dari jenis asli, jenis Delta, kemudian omicron dengan sederet keturunannya nan terus menyebar di seluruh dunia.

Para mahir menjelaskan populasi nan sebagian kebal seperti China memberi tekanan unik pada virus untuk berubah. Ray menyebutnya sebagai petinju nan sedang 'belajar menghindari keahlian nan dimiliki dan beradaptasi menyiasatinya'.

Namun hingga sekarang belum diketahui apakah jenis baru bisa menyebabkan penyakit lebih parah. Para mahir menjelaskan tidak ada argumen biologis kenapa virus lebih ringan dari waktu ke waktu.


[Gambas:Video CNBC]

(tib)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas