Biar Gak Kayak Indra Bekti, Wajib Terapkan 4 Langkah Ini | Drafmedia.com

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak lama usai berita jelek seputar kondisi kesehatan presenter kondang Indra Bekti, sang istri Aldila Jelita dikabarkan melakukan penggalangan biaya untuk membantu pengobatan suaminya di rumah sakit.

"Jadi kami nan sudah berupaya ini kayaknya, dengan langkah ini, kami percaya banget dengan Mas Indra nan sudah sangat baik suka membantu sesama, dengan teman-teman artisnya alias semua para pemimpin, kami mohon, kami membuka penggalangan dana," kata Aldila pada Sabtu (31/12), seperti diberitakan oleh CNN.

Seperti diketahui, pada 28 Desember lampau Indra Bekti dilarikan ke rumah sakit lantaran pendarahan otak. Indra juga sudah menjalani beberapa operasi untuk menangani pendarahan tersebut, dan Indra bakal dijadwalkan untuk perawatan dan terapi sampai 20 hari ke depan, Indra pun baru saja dikabarkan menjalani terapi MRI.

Aldila sendiri mengatakan bahwa biaya perawatan sang suami sudah sangat besar. Oleh lantaran itulah, Aldila melakukan penggalangan biaya untuk meringankan beban keuangannya.

Belum lama ini, Detik.com juga memberitakan perihal terkait asuransi kesehatan Indra Bekti. Disebutkan bahwa adik Indra Bekti, Cipta, tidak tahu menahu seputar perihal ini, dan dia pun menduga bahwa pengobatan ini dibayar menggunakan tabungan pribadi.

Sakit merupakan musibah nan memunculkan akibat finansial. Biaya operasi pendarahan otak tentunya sangat bervariasi, namun semakin tinggi kompleksitas penyakit dan semakin rumit tindakannya, makin mahal pula biayanya.

Lantas gimana caranya untuk mengantisipasi akibat finansial dari musibah nan dialami Indra Bekti ini? Berikut hal-hal nan bisa Anda lakukan saat ini.

Pastikan BPJS Kesehatan selalu dibayar

BPJS Kesehatan merupakan asuransi kesehatan nan paling standar dengan iuran bulanan nan murah.

Adapun kelebihan BPJS Kesehatan adalah bisa menanggung segala jenis penyakit, tanpa adanya masa tunggu. Asuransi dari Pemerintah ini juga bisa dipakai untuk beragam penyakit kritis seperti glukosuria mellitus, hipertensi, penyakit jantung, asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), epilepsy, gangguan kesehatan jiwa kronik, stroke, maupun sindroma lupus eritematosus (SLE).

Miliki asuransi kesehatan rawat inap

Terdapat prosedur untuk pengajuan klaim BPJS Kesehatan. Bila akomodasi kesehatan (faskes) tempat pasien terdaftar tidak sanggup melakukan tindakan pengobatan pada pasien, maka pasien bakal dirujuk ke rumah sakit dengan kompetensi untuk merawat pasien nan bersangkutan.

Adapun sistem rujukan BPJS berkarakter berjenjang, dan condong menyantap waktu. Itu sebabnya, krusial sekali bagi Anda untuk mempunyai asuransi kesehatan rawat inap.

Dengan asuransi kesehatan rawat inap, Anda hanya perlu menuju rumah sakit nan bekerja sama dengan asuransi tersebut untuk menjalani pengobatan.

Asuransi kesehatan rawat inap bakal menanggung biaya rawat inap Anda selama di rumah sakit, sesuai dengan plafon alias batas nan ditentukan. Semakin tinggi plafon alias batas tahunan asuransi, maka makin mahal premi tahunan nan kudu dibayarkan.

Pastikan saja, batas alias plafon dari asuransi kesehatan Anda tidak terlalu tinggi namun cukup untuk mengantisipasi kenaikan biaya medis di masa depan.

Tambahkan perlindungan penyakit kritis

Asuransi penyakit kritis adalah asuransi nan memberikan santunan tunai ketika pelanggan terdiagnosa penyakit kritis, seperti stroke, kanker, diabetes, penyakit jantung, dan penyakit serius lainnya.

Sebelum kita membeli produk asuransi ini, maka bakal tertera di pamflet seputar jenis-jenis penyakit kritis nan bisa ditanggung oleh asuransi tersebut.

Umumnya, asuransi ini disertakan andaikan Anda membeli asuransi kesehatan rawat inap. Namun bisa juga dibeli secara terpisah.

Jaga kesehatan dan alokasikan tabungan unik untuk medical check up

Meski akibat finansial dalam perihal medis sudah bisa diantisipasi dengan asuransi, tetaplah krusial bagi Anda untuk menjaga kesehatan. Menjaga kesehatan bukan hanya sebatas rutin olahraga dan makan makanan sehat, namun juga rutin menjalani pemeriksaan medis (medical check-up).

Buatlah tabungan unik untuk medical check-up dalam setahun. Alokasikan biaya secara rutin ke tabungan alias reksa biaya pasar duit setiap bulannya.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Premi Tumbuh di Atas 10%, Ini Pendorong Bisnis Asuransi 2022


(aak/aak)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas