Baju Impor Bekas Merajalela, Banyak Masuk dari 'Pelabuhan Tikus' di Batam

Baju Impor Bekas Merajalela, Banyak Masuk dari 'Pelabuhan Tikus' di Batam

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Baju bekas impor terlarangan makin marak di Indonesia. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan paling banyak menindak penyelundupan baju jejak impor dari pelabuhan mini alias biasa disebut pelabuhan tikus di daerah teritorial Batam.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC, Nirwala Dwi Heryanto, menjelaskan penindakan nan paling banyak dilakukan itu dari daerah teritorial Batam oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Batam.

Ia menerangkan bukan berfaedah penangkapan melalui pelabuhan resmi kepabeanan Batam, tetapi dari pelabuhan-pelabuhan tikus di sekitar daerah teritorial Batam.

Dalam informasi nan diberikan, sejak 2019 sampai Desember 2022, instansi Bea Cukai melalui instansi penindak di Batam telah menindak 231 penyelundupan baju bekas impor. Untuk tahun ini saja instansi penindak Batam juga menjadi nan terbanyak menindak ialah 50 penindakan.

"Ini bukan ditangkap di pelabuhan (resmi kepabeanan) tentunya di teritorial Batam dan sekitarnya jadi dari Batam termasuk pelabuhan-pelabuhan tikusnya," jelas Nirwala kepada detikcom di Kantor Pusat DJBC, Jakarta Timur, ditulis Sabtu (31/12/2022).

Kemudian penindakan kedua terbanyak lagi oleh instansi penindak Pelabuhan Belawan. Nirwala menjelaskan investigasi itu dilakukan di sekitar daerah tersebut ialah area teritorial Sumatera Utara.

Tercatat instansi penindakan bea cukai di Pelabuhan Belawan dari 2019 hingga Desember 2022 mencapai 88 penindakan baju bekas impor ilegal.

"Lewat pelabuhan juga ada penindakan misalnya di dalam kontainer diberitahu kehadiran terus ketika dibuka baju belas. Kalau di Indonesia bagian timur juga ada itu melalui selat Kalimantan Sulawesi itu Nunukan langsung melipir lenyap masuk ke NTT," jelasnya.

Rincian penindakan baju impor terlarangan di laman berikutnya.

Simak Video "Bea Cukai Asahan Musnahkan Barang Impor Ilegal Senilai Rp 3,7 M"
[Gambas:Video 20detik]

Selengkapnya
Sumber Berita Keuangan Update
Berita Keuangan Update
Atas