Awas Kim Jong Un Ngamuk, Korsel Mau Latihan Nuklir Bareng AS | Drafmedia.com

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Dalam foto nan dirilis oleh Kementerian Pertahanan Korea Selatan melalui Yonhap ini, sebuah rudal ditembakkan selama training berbareng antara AS dan Korea Selatan di letak nan dirahasiakan di Korea Selatan, Senin, 6 Juni 2022. (South Korea Defense Ministry/Yonhap via AP) Foto: Dalam foto nan dirilis oleh Kementerian Pertahanan Korea Selatan melalui Yonhap ini, sebuah rudal ditembakkan selama training berbareng antara AS dan Korea Selatan di letak nan dirahasiakan di Korea Selatan, Senin, 6 Juni 2022. (South Korea Defense Ministry/Yonhap via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Selatan (Korsel) sedang berencana untuk menggelar latihan nuklir berbareng Amerika Serikat (AS). Hal itu terjadi pasca manuver Korea Utara (Korut) nan mau menambah rudal nuklirnya.

Dalam sebuah pernyataan, Presiden Korsel Yoon Suk Yeol menyebut 'Payung nuklir' dan 'pencegahan luas' nan saat ini dilakukan oleh Washington tidak lagi cukup untuk meyakinkan keamanan warganya. Istilah ini sendiri menggambarkan perlindungan AS terhadap para sekutunya.

"Apa nan kami sebut sebagai penangkalan nan diperluas juga adalah AS nan mengatakan kepada kami untuk tidak cemas lantaran bakal mengurus semuanya. Tetapi sekarang, susah untuk meyakinkan orang-orang kami hanya dengan itu," katanya pada media Chosun Ilbo nan dikutip Al Jazeera, Senin (2/1/2022).

Untuk menanggapi ancaman nuklir Korut dengan lebih baik, dia mengatakan Seoul mau mengambil bagian dalam operasi pasukan nuklir AS.

"Senjata nuklir memang milik AS, tetapi perencanaan, pembagian informasi, latihan, dan training kudu dilakukan berbareng oleh Korsel dan AS," ujar Yoon, seraya menambahkan bahwa Washington juga 'cukup positif' tentang pendapat tersebut.

Pernyataan Yoon datang sehari setelah pemimpin Korut Kim Jong Un menyerukan untuk mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM) baru dan peningkatan eksponensial persenjataan nuklir negara itu untuk melawan apa nan disebutnya sebagai permusuhan dari AS dan Korsel.

Kim juga mengatakan pada pertemuan Partai Buruh nan berkuasa pekan lampau bahwa Korsel sekarang telah menjadi 'musuh nan tidak diragukan lagi' bagi negaranya.

Pada hari Minggu (1/1/2023), Korut menembakkan rudal balistik jarak pendek dari daerah Timurnya dalam uji senjata Hari Tahun Baru larut malam. Ini menyusul tiga rudal balistik nan diluncurkan pada hari sebelumnya, mengakhiri tahun nan ditandai dengan rekor jumlah uji coba rudal.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Perang Minggir Dulu, Korsel-Rusia Kerja Sama Nuklir Rp 33,3 T


(miq/miq)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas