Awal Tahun Lesu, IHSG Masih Sulit Beranjak Naik Nih! | Drafmedia.com

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen alias 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen alias 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdagangan perdana Senin kemarin (02/01/23) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tipis setelah diguncang oleh peringatan dari Dana Moneter Internasional (IMF) bahwa tahun ini bakal menjadi tahun nan susah lantaran mesin utama pertumbuhan dunia nan melemah.

IHSG ditutup naik nyaris 0,4 poin saja alias 0,01% menjadi 6.850,98. Rangkuman perdagangan mencatatkan IHSG berada di area merah sepanjang sesi dua, namun sukses ditutup di daerah positif di detik terakhir perdagangan.

Kenaikan tingkat inflasi tahunan Indonesia naik tipis menjadi 5,51% pada Desember 2022.

Kenaikan tingkat inflasi berada di atas pemisah atas sasaran bank sentral 2-4% selama tujuh bulan berturut-turut membikin nilai meningkat lebih cepat.

Harga untuk perumahan dan pendidikan meningkat, pun nilai untuk makanan, minuman dan tembakau naik. Harga konsumen inti naik 3,36% yoy, level tertinggi dalam nyaris 6 tahun, dibandingkan perkiraan pasar nan naik 3,39%.

Dana Moneter Internasional (IMF) memberikan isyarat bahwa tahun ini bakal menjadi tahun nan susah lantaran mesin utama pertumbuhan dunia - Amerika Serikat, Eropa, dan China semuanya mengalami kegiatan nan melemah.

Pelaku pasar juga berhati-hati setelah informasi menunjukkan kegiatan pabrik China menyusut paling banyak dalam nyaris 3 tahun pada bulan Desember, di tengah penyebaran sigap kasus COVID di seluruh daratan.

Ke mana arah mobilitas IHSG hari ini ?

Analisis Teknikal

teknikalFoto: Teknikal
teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berasas periode harian (daily) dan menggunakan parameter Boillinger Band (BB) untuk menentukan area pemisah atas (resistance) dan pemisah bawah (support).

Berdasarkan parameter BB, IHSG berada dekat pemisah tengah BB di nomor 6.815 dengan BB nan condong menyempit.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan parameter teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) nan mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan parameter momentum nan membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan nilai terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfaedah untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. Posisi RSI IHSG condong stagnan di level 47.

IHSG membentuk pola candlestick doji sehingga kecenderungan tetap bakal bergerak menyamping dengan support berada di kisaran 6.800 dan resistance di nomor 6.913.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Daripada Menanti BBM Naik, Mending Pilih Saham Calon Cuan Ini


(trp)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas