Avatar Bikin Kacau Jepang, Efeknya Buat TV Mahal Jadi Murahan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Pengunjung menjelajahi bumi pandora ala Avatar di Senayan City, Jakarta, Selasa (20/12/2022). Senayan City menghadirkan Festive Season The Festive Mood mulai tanggal 12 Desember hingga 8 Januari 2023, salah satunya Avatar Pandora Experience.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Pengunjung menjelajahi bumi pandora ala Avatar di Senayan City, Jakarta, Selasa (20/12/2022). Senayan City menghadirkan Festive Season The Festive Mood mulai tanggal 12 Desember hingga 8 Januari 2023, salah satunya Avatar Pandora Experience. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bioskop di Jepang banyak nan kacau balau lantaran kandas memutar movie Avatar: The Way of Water. Efek serupa nan membikin Avatar 2 kandas ditonton di Jepang, rupanya sudah lama tersedia di TV digital.

Pada pekan pertama diputar, movie Avatar: The Way of Water kandas memuncaki daftar terlaris di Jepang. Film anime bertema basket SMA ialah The First Slam Dunk sukses melampaui jumlah penonton Avatar 2.

Banyak bioskop di Jepang melaporkan persoalan teknis saat memutar Avatar 2. Calon penonton dilaporkan kandas menonton di banyak bioskop dan uangnya dikembalikan.

Beberapa jaringan bioskop di Jepang juga melaporkan permasalahan, termasuk United Cinemas Co., Toho Col, dan Tokyu Corp. Namun, perwakilan jaringan tersebut menolak menjelaskan persoalan nan mereka hadapi.

Kemungkinan semua bioskop tersebut menghadapi masalah nan serupa, ialah support atas teknologi high frame rate (HFR) 48 fps. Fitur tersebut memerlukan proyektor lebih baru alias modifikasi proyektor nan lebih lama.

Biasanya bioskop sudah diberitahu tentang format movie nan didistribusikan dan bisa memutarnya dengan lancar. Masalahnya, HFR sangat jarang digunakan sehingga punya potensi kesalahanpahaman lebih besar.

Avatar: The Way of the Water sebetulnya tersedia di banyak format, termasuk 2D 48 fps, 3D 48 fps, dan standar 24 fps. Versi 48 fps hanya menggunakan teknologi HFR untuk segmen aksi, kemudian diputar dalam format 24 fps untuk segmen nan sarat dialog.

Film lain nan menggunakan HFR adalah trilogi The Hobbit garapan Peter Jackson nan dirilis pada 2012. Menurut Engadget, HFR paling pas digunakan untuk format 3D untuk menghindari potensi sakit mata hingga mual nan disebabkan oleh "lompatan" gambar dalam corak 3D.

Di sisi lain, teknologi 24 fps lebih nyaman untuk format 2D lantaran memberikan kesan nan lebih "natural". Alasannya, penonton lebih terbiasa menonton movie dalam format ini.

Banyak penonton nan tidak menikmati teknologi HFR lantaran pengaruh visual nan dihasilkan mirip dengan video game alias kegiatan televisi "murahan" dari jaman dulu nan diproduksi menggunakan kamera digital. Karena itu juga, pengaruh HFR sering disebut sebagai pengaruh opera sabun.

Adapun, di video game, HFR digunakan untuk menunjang dinamisme permainan. Bahkan, kebanyakan video game saat ini diproduksi di kecepatan 60 fps.

Format serupa juga sudah menjadi fitur bawaan di televisi LED nan bisa menghasilkan gambar arti tinggi. Sebagian orang menyukai fitur ini lantaran menghasilkan warna dan kontras nan lebih tajam serta menghilangkan "baur".

Selain, lebih nyaman untuk para pemain gim video, fitur ini juga pas digunakan untuk menonton pertandingan olah raga secara langsung. Namun, banyak juga nan tidak nyaman menonton movie kesayangannya ditampilkan seperti "sinetron".

Cara mematikan pengaruh Avatar di TV

Setiap merek televisi menggunakan "brand" nan berbeda untuk fitur HFR. Jika tidak suka dengan fitur "efek opera sabun" nan biasanya menjadi setelan bawaan ini, berikut langkah mematikannya:

  • LG menamakan fitur ini TrueMotion. Pengguna bisa mematikannya di bagian "setelan gambar", "setelan mode gambar", "opsi gambar".
  • Sony menamakan fitur ini Motionflow. Pengguna bisa mematikannya di bagian "pengaturan gambar" alias "pengaturan lanjut".
  • Samsung menamakan fitur ini Auto Motion Plus. Pengguna bisa mematikannya di "opsi gambar".
  • Roku/TCL menamakan fitur ini Action Smoothing. Bisa dimatikan lewat "opsi gambar lanjut" lampau matikan Action Smoothing.
  • Panasonic menamakan fitur ini Intelligent Frame Creation. Matikan di "opsi gambar".

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Mark Zuckerberg Pamer Kaki, Penonton Bersorak


(dem/dem)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas