Aturan Baru Pesangon Dapat 9X Gaji, Pengusaha Respons Begini! | Drafmedia.com

Aturan Baru Pesangon Dapat 9X Gaji, Pengusaha Respons Begini! | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

 Omnibus Law Cipta Kerja, Jangan Harap Dapat Pesangon Kalau Ini Menimpamu Foto: Infografis/Omnibus Law Cipta Kerja, Jangan Harap Dapat Pesangon Kalau Ini Menimpamu/Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Cipta Kerja pada 30 Desember 2022 kemarin. Kalangan pekerja menilai Perpu ini merugikan lewat beberapa poin mulai dari tenaga alih daya (outsourcing), hingga nasib tenaga kerja kontrak.

Meski demikian, kalangan pengusaha pun belum bisa berkomentar banyak mengenai Perpu nan baru keluar ini. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta Nurjaman mengungkapkan bahwa pihaknya tetap mengkaji kebijakan pemerintah itu.

"Ini kan Perpu nya baru, kita lagi telaah dan pelajari dengan tim. Lagi membandingkan, lagi melihat. Kita lagi mengkaji dulu, kita belum berkomentar banyak lantaran kami nggak terlibat dengan Perpunya, beda dengan UUCK, kami diminta pendapat dan lain sebagainya, ini kan enggak," katanya kepada CNBC Indonesia, Senin (2/1/23).

Ia memperkirakan bahwa hasil kajian itu keluar malam kelak alias besok. Prinsipnya bumi upaya bakal mengikuti asas patokan nan bertindak lantaran patokan dari pemerintah mau tidak mau kudu diikuti, termasuk dalam patokan pesangon nan hanya 19x bayaran (termasuk duit penghargaan), jauh menurun dari sebelumnya nan hanya 25x upah.

"Terkait memuaskan alias nggak, siapa sih nan bisa memuaskan orang. kan gitu. Diberikan sebesar apapun nggak bakal puas, tapi saya melihatnya Apakah Perpu ini membawa sentimen positif ke bumi upaya alias sebaliknya, Pelaku upaya happy nggak, jika iya ada sentimen positif," kata Nurjaman.

"Tentunya jika puas nggak ada nan bisa puas, siapa sih nan bisa puas? Misal pesangon diubah jadi sekian, kawan pekerja bisa bilang ngga puas kurang gede, tetap aja sebesar apapun nggak bakal bisa merasa puas," lanjutnya.

Di Perpu 2/2022, Pekerja nan terkena PHK paling sedikit mendapatkan 1 bulan upah, ialah berupa pesangon untuk mereka nan masa kerjanya kurang dari 1 tahun.

Hak paling besar bisa didapatkan oleh pekerja nan sudah 24 tahun bekerja ialah berupa pesangon 9 bulan penghasilan bagi mereka dengan masa kerja 8 tahun alias lebih dan penghargaan 10 bulan penghasilan untuk mereka dengan masa kerja 24 tahun alias lebih.

Untuk besaran duit pesangon, tetap sama dengan nan tertera dalam UU Cipta Kerja, yaitu:

masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu) bulan upah;
masa kerja 1 (satu) tahun alias lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2 (dua) bulan upah;
masa kerja 2 (dua) tahun alias lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun, 3 (tiga) bulan upah;
masa kerja 3 (tiga) tahun alias lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun, 4 (empat) bulan upah;
masa kerja 4 (empat) tahun alias lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun, 5 (lima) bulan upah;
masa kerja 5 (lima) tahun alias lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 6 (enam) bulan upah;
masa kerja 6 (enam) tahun alias lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun, 7 (tujuh) bulan upah;
masa kerja 7 (tujuh) tahun alias lebih tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun, 8 (delapan) bulan upah;
masa kerja 8 (delapan) tahun alias lebih, 9 (sembilan) bulan upah.

Sedangkan duit penghargaan masa kerja ditetapkan sebagai berikut:

masa kerja 3 (tiga) tahun alias lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 2 (dua) bulan upah;
masa kerja 6 (enam) tahun alias lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan) tahun, 3 (tiga) bulan upah;
masa kerja 9 (sembilan) tahun alias lebih tetapi kurang dari 12 (dua belas) tahun, 4 (empat) bulan upah;
masa kerja 12 (duabelas) tahun alias lebih tetapi kurang dari 15 (lima belas) tahun, 5 (lima) bulan upah;
masa kerja 15 (lima belas) tahun alias lebih tetapi kurang dari 18 (delapan belas) tahun, 6 (enam) bulan upah;
masa kerja 18 (delapan belas) tahun alias lebih tetapi kurang dari 21 (dua puluh satu) tahun, 7 (tujuh) bulan upah;
masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun alias lebih tetapi kurang dari 24 (dua puluh empat) tahun, 8 (delapan) bulan upah;
masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun alias lebih, 10 (sepuluh) bulan upah.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas