Apa yang Akan Terjadi kalau Peserta Tak Bayar Iuran BPJS Kesehatan?

Apa yang Akan Terjadi kalau Peserta Tak Bayar Iuran BPJS Kesehatan?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Membayar iuran BPJS Kesehatan tepat waktu setiap bulannya merupakan suatu tanggungjawab nan perlu dipenuhi para pesertanya. Namun apa jadinya jika peserta tak bayar iuran BPJS?

Ternyata bagi peserta nan tidak membayar alias menunggak iuran tiap bulannya, pihak BPJS Kesehatan bisa mengenakan denda hingga Rp 30 juta alias 5% dari perkiraan biaya paket penyakit nan diderita peserta (INA-CBGs).

Keputusan ini telah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan nan sekaligus menggugurkan Perpres sebelumnya Tahun 2018. Lalu, peserta nan seperti apa nan berpotensi kena denda hingga Rp 30 juta dari BPJS Kesehatan tersebut?

Mengutip Perpres tersebut denda tidak bakal bertindak bagi peserta nan belum pernah menerima layanan rawat ini. Denda hanya bertindak bagi peserta nan saat diberhentikan kepesertaannya secara sementara sempat menerima layanan rawat inap dan dalam 45 hari aktif kembali alias setelah membayar iuran BPJS Kesehatan, kepesertaannya aktif kembali.

"Dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali sebagaimana dimaksud pada ayat (3), ayat (3a), dan ayat (3b), Peserta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib membayar denda kepada BPJS Kesehatan untuk setiap pelayanan kesehatan rawat inap tingkat lanjutan nan diperolehnya," tulis ayat 5 pasal 42 Perpres tersebut.

Denda diberikan jika peserta tersebut menunggak 12 bulan. Setelah itu, denda bakal diakumulasi dan dikenakan ke peserta. Meski demikian, tarif denda 5% alias hingga Rp 30 juta hanya bertindak untuk peserta Non-Penerima Bantuan Iuran (PBI), peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), dan Bukan Pekerja (BP). Sebab, iuran ketiga golongan ini dibayarkan oleh pemerintah.

"Denda sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ialah sebesar 5% dari perkiraan biaya paket Indonesian Case Based Groups (INA-CBGs) berasas diagnosa dan prosedur awal untuk setiap bulan tertunggak dengan ketentuan: a) jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 (dua belas) bulan; dan b) besar denda paling tinggi Rp 30.000.000," terang ayat 6 pasal 42.

Bagaimana dengan peserta nan menunggak dan belum pernah menerima layanan rawat inap? Bagi peserta BPJS Kesehatan nan menunggak pembayaran iuran bakal diberhentikan kepesertaannya sementara waktu.

"Dalam perihal Peserta dan/atau Pemberi Kerja tidak membayar iuran sampai dengan akhir bulan melangkah maka penjaminan Peserta diberhentikan sementara sejak tanggal 1 bulan berikutnya," tulis ayat 1 pasal 42 perpres tersebut.

Untuk mengaktifkan kembali kepesertaan di BPJS Kesehatan maka peserta wajib membayarkan iuran nan mengalami tunggakan. Pembayaran Iuran tertunggak ini dapat dibayar oleh peserta alias pihak lain atas nama peserta.

"Untuk mempertahankan status kepesertaan aktif, Peserta wajib melunasi sisa Iuran bulan nan tetap tertunggak sebagaimana dimaksud pada ayat (3a) huruf c seluruhnya paling lambat pada tahun 2021," jelas ayat 3b pasal 42.

Jadi detikers, jangan sampai lupa bayar iuran BPJS Kesehatan setiap bulannya ya!

Saksikan juga d'Mentor On Location: Melirik Peluang Bisnis Arang

[Gambas:Video 20detik]

(fdl/fdl)

Selengkapnya
Sumber Berita Keuangan Update
Berita Keuangan Update
Atas