Antisipasi Cuaca Buruk, Tinggi Penumpukan Peti Kemas Dibatasi | Drafmedia.com

Antisipasi Cuaca Buruk, Tinggi Penumpukan Peti Kemas Dibatasi | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) membatasi penumpukan peti kemas setinggi empat lapis di lingkungan perusahaan. Langkah itu diambil untuk mengantisipasi cuaca jelek nan menerjang area terminal peti kemas.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra menjelaskan pembatasan ketinggian penumpukan peti kemas dilakukan untuk meminimalkan peti kemas jatuh akibat angin kencang. Hal ini sudah menjadi prosedur perusahaan untuk menghindari kecelakaan kerja lantaran cuaca buruk. Dalam kondisi normal, terminal dapat menumpuk peti kemas setinggi enam lapis.

"Seluruh terminal saat ini siaga mengingat kondisi cuaca nan tidak menentu, terutama hujan deras nan disertai angin kencang. Selain itu, kami juga mengantisipasi luapan air laut (rob) nan masuk ke area terminal," ujar Widyaswendra dalam keterangan tertulis, Senin (2/1/2023).

Operasional bongkar muat peti kemas di dermaga juga menyesuaikan dengan kecepatan angin di terminal. Ia mencontohkan kegiatan bongkar muat peti kemas nan ada di TPK New Makassar bakal dihentikan ketika kecepatan angin mencapai 20 meter per detik alias sekitar 40 knot.

Dengan kecepatan angin tersebut, seluruh personil diwajibkan untuk segera meninggalkan perangkat bongkar muat dan memastikan rem angin besar telah diaktifkan, serta pin jangkar perangkat sudah terpasang.

Selain mengantisipasi hujan deras dan angin kencang, perusahaan mengantisipasi luapan air laut nan masuk ke area terminal (rob). Seperti nan dilakukan di dalam area TPK Semarang nan telah disiapkan 29 pompa air.

TPK Semarang juga melakukan rekayasa dengan menambah alas untuk menjaga peti kemas pada posisi paling bawah agar kondusif dari genangan air.

"Kami rutin melakukan simulasi penanganan keadaan darurat, baik angin kencang maupun air rob, sehingga saat perihal tersebut terjadi, seluruh personil telah siap dan mengetahui tugas dan peran masing-masing," jelasnya.

Sementara itu, General Manager PT Tanto Intim Line Cabang Medan, Bustanul Arifin Siregar mengatakan kondisi cuaca nan tidak menentu tidak mengganggu operasional kapal nan menuju ataupun meninggalkan TPK Belawan. Sebab, kapal nan beraksi menuju pelabuhan tersebut berukuran rata-rata 17.000 gross tonnage (GT), sehingga stabilitas kapal tidak bakal terpengaruh oleh cuaca buruk.

"Kami ada 3 kehadiran kapal setiap minggu di TPK Belawan, 2 kapal dari Jakarta dan 1 kapal dari Surabaya. Sejauh ini tidak ada keterlambatan, semua tetap sesuai agenda standar nan telah ditetapkan," ujar Bustanul.

(akd/hns)

Selengkapnya
Sumber Berita Keuangan Update
Berita Keuangan Update
Atas