Ada Modus Tak Biasa di Balik Baju Bekas Impor Ilegal Masih Banjiri RI

Ada Modus Tak Biasa di Balik Baju Bekas Impor Ilegal Masih Banjiri RI

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Baju jejak impor ilegal memang semakin marak di Indonesia. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mengungkap banyak modus nan dilakukan oleh penyelundup demi memasukkan baju jejak impor tersebut.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC, Nirwala Dwi Heryanto, menyebut ada modus dengan membawa beragam macam peralatan lainnya. Kemudian biasanya, perjalanan kapal-kapal penyelundup itu dilakukan pada malam hari.

"Modus-modus itu banyak, gimana sih mereka mau mengelabui Bea Cukai. Di atasnya misalnya ditutupi dengan ikan, mereka kan bilangnya nelayan. Ternyata ada barang-barangnya nan dibawa baju jejak dari luar negeri," tutur Nirwala, kepada detikcom di Kantor Pusat DJBC, Jakarta Timur, ditulis Sabtu (31/12/2022).

Selain itu, modus nan dilakukan penyelundup bukan hanya itu. Setidaknya ada enam modus nan ditemukan Bea dan Cukai saat meringkus penyelundup impor baju bekas.

Pertama ada nan masuk melalui kapal-kapal penumpang. Pada 2019 saja tercatat ada 315 penindakan dengan modus tersebut. Lalu pada 2020 ada 88 penindakan, 2021 sebanyak 49 penindakan dan 2022 sebanyak 89 penindakan dengan modus nan sama.

"Misalnya saya dari Malaysia alias Singapura, naik kapal ke Batam. Tetapi isinya barang-barang jejak busana jejak thrifting itukan itu. jika di 2019 sebanyak 315 penindakan," ungkapnya.

Kemudian ada juga nan tertangkap di pelabuhan itu dinamakan impor umum. Jumlah penindakannya dengan modus tersebut pada 2019 sebanyak 64, 2020 sebanyak 54 penindakan, 2021 43 penindakan, dan 2022 sebanyak 38 penindakan.

"Impor peralatan umum itu biasanya melalui pelabuhan. Terus impor peralatan kiriman alias por, impor melalui Kawasan Bebas alias biasa disebut Free Trade Zone (FTZ) di di Sabang, Batam, Bintan, dan Karimun. Dari akomodasi Kawasan Berikat jadi diberi tahu itu baru padahal bekas," jelasnya.

Bahkan modusnya sampai dengan seakan-akan Indonesia nan melakukan ekspor. Nirwala menjelaskan penyelundupan ini bukan berfaedah Indonesia nan ekspor, tetapi bisa jadi Indonesia menjadi tempat transit kapal-kapal dari luar negeri itu dengan membawa baju jejak impor.

"Bisa jadi Indonesia untuk lewat saja dari Malaysia misalnya turun di Maumere sana Indonesia bagian timur sana. Kemudian dibawa ke perbatasan Kupang mau ke Timor-Timur," terangnya.

Impor Baju Bekas Lewat Pelabuhan Tikus

Nirwala menjelaskan penindakan nan paling banyak dilakukan itu dari daerah teritorial Batam. Penindakan itu nan dilakukan oleh Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam. Bukan berfaedah penangkapan melalui pelabuhan resmi kepabeanan Batam, tetapi dari pelabuhan-pelabuhan tikus di sekitar daerah teritorial Batam.

Sejak 2019 sampai Desember 2022, instansi Bea Cukai melalui instansi penindak di Batam telah menindak 231 penyelundupan baju jejak impor. Untuk tahun ini saja instansi penindak Batam juga menjadi nan terbanyak menindak ialah 50 penindakan.

Secara rinci, selain instansi penindakan Batam dan Belawan. Kemudian tercatat KPPBC Entikong telah menindak sebanyak 82 penindakan, KPPBC Tanjung Priok 78 penindakan, KPPBC Sintete 58, KPPBC Tanjung Pinang 52, KPPBC Teluk Nibung 33, KPPBC Tanjung Balai Karimun 32, KPPBC Ngurah Rai 25 penindakan dan KPPBC Atambua 23 penindakan. Rincian penindakan ini merupakan total tindakan nan telah dilakukan instansi penindakan sejak 2019 sampai Desember 2022.

Total Penindakan Baju Bekas Impor

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah melakukan penindakan terhadap impor baju jejak sebanyak 220 selama 2022. Nilai dari penindakan baju jejak itu mencapai Rp 23,91 miliar. Jumlah penindakan dan nilainya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir sejak 2020.

Lebih rinci, dari informasi nan diberikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara berurutan tahun 2019 jumlah total penindakan impor baju jejak di seluruh Indonesia sebanyak 399 dengan nilai Rp 26,76 miliar. Kemudian pada 2020 sebanyak 169 penindakan, nilainya Rp 10,37 miliar.

Kemudian, tahun 2021 penindakannya menurun menjadi 165 tetapi nilainya meningkat menjadi Rp 17,41 miliar. Terakhir pada tahun 2022 secara total ada sebanyak 220 penindakan dengan nilai Rp 23,91 miliar.

Penyelundup Baju Bekas Impor Terancam Penjaga 10 Tahun Penjara

Aturan larangan impor baju jejak telah dilarang dalam Permendag No 51/M-DAG/PER/7/ dan UU No 7 tahun 2014 tegas melarang impor busana bekas.

Kemudian penindakan pelaku penyelundupan impor peralatan jejak telah diatur dalam Undang-Undang Kepabeanan tentang Penyelundupan. Pasal 102, Pasal 102 A dan Pasal 102 BPasal 102 A dan Pasal 102 B khususnya tindak pidana penyelundupan di bagian impor, maka pelaku terancam pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000,00 dan paling banyak Rp 5.000.000.000,00.

Simak Video "Pasar Roma Tarakan, Barang Bekas dengan Kualitas Impor nan Banyak Diburu Pembeli"
[Gambas:Video 20detik]
(ada/zlf)

Selengkapnya
Sumber Berita Keuangan Update
Berita Keuangan Update
Atas