65% Dana Pensiun BUMN Sakit! Ini Ancaman Erick Thohir | Drafmedia.com

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Erick Thohir, Menteri BUMN dalam kegiatan penghargaan bergengsi CNBC Indonesia Award dengan tema Foto: Erick Thohir, Menteri BUMN dalam kegiatan penghargaan bergengsi CNBC Indonesia Award dengan tema "Pursuing Recovery Through G20 Presidency" di Astor Ballroom, The St Regis Hotel Jakarta, Senin (12/12/2022). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal melakukan bersih-bersih pada biaya pensiun (dapen) di setiap perusahaan pelat merah. Sebab, kebanyakan dapen BUMN bermasalah.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, selain mengawasi keahlian perusahaan BUMN di bagian asuransi dan biaya pensiun sepeti Asabri dan Jiwasraya, rupanya biaya pensiun di tubuh perusahaan BUMN juga perlu diawasi.

"Jangan Jiwasraya, Asabri, Taspen kita jagain, biaya pensiun di masing-masing BUMN banyak nan sakit," ujarnya salam konvensi pers di gedung kementerian BUMN, Senin (2/1).

Berdasarkan laporan nan diterimanya, sebesar 65% biaya pensiun di perusahaan pelat merah bermasalah. Hanya 35% saja perusahaan BUMN nan bisa mengelola biaya pensiunnya dengan baik.

"Karena informasi saya 35% sehat, 65% ada masalah. Saya mau bersih-bersih. Jangan Asabri, Jiwasraya, eh nan ini lupa. Mumpung ada waktu," tuturnya.

Erick menegaskan, pekan depan pihaknya berbareng Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri bakal berjumpa seluruh perusahaan BUMN dan menginvestasi audit terkait perihal tersebut.

"Minggu depan saya berbareng Ketua KPK bakal ketemu seluruh BUMN untuk bicara 'ati-ati' lantaran kita bakal investigasi audit," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Erick Wanti-wanti BUMN Jangan Sampai Jadi Dinosaurus


(rob/ayh)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas