26 Bank Penuhi Modal Inti, Sstt...Ada Yang Merger Loh! | Drafmedia.com

26 Bank Penuhi Modal Inti, Sstt...Ada Yang Merger Loh! | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut hingga Senin (2/1/2022) sebanyak 26 bank sudah dikategorikan memenuhi kecukupan modal inti sebanyak Rp 3 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan pemenuhan modal inti ini dilakukan dengan beragam langkah dari penambahan modal dari pemegang saham, right issue, dan juga merger.

"Sayangnya, kami tidak bisa menyebut nama bank nan merger, merger bagian dari tindakan korporasi nan kudu dikoordinasikan dengan Pak Inarno, sehingga tidak bisa disebutkan lantaran bakal berpengaruh kepada nilai saham," jelas Dian dalam konvensi pers secara virtual, Senin (2/1/2023).

Pemenuhan modal inti kudu diikuti perbankan berasas POJK 12 tahun 2020 bank umum kudu mempunyai modal inti Rp 3 triliun per akhir 2022.

Selain itu, Dian juga memaparkan mengenai angsuran perbankan pada November 2022 tumbuh meningkat menjadi 11,16% yoy, utamanya ditopang oleh angsuran investasi nan tumbuh sebesar 13,15% yoy. Sementara itu, angsuran modal kerja dan konsumsi masing-masing tumbuh sebesar 11,27% dan 9,10%.

Adapun, secara mtm, nominal angsuran perbankan naik sebesar Rp 13,96 triliun menjadi Rp 6.347,5 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada November 2022 tercatat tumbuh 8,78% yoy menjadi Rp 7.974 triliun, utamanya didorong peningkatan tabungan dan deposito.

Likuiditas industri perbankan pada November 2022 dalam level nan memadai dengan rasio-rasio likuditas nan terjaga. Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 134,97% (Oktober 2022: 130,17%) dan 30,42% (Oktober 2022: 29,46%), jauh di atas periode pemisah ketentuan masing-masing sebesar 50% dan 10%.

Risiko angsuran melanjutkan penurunan dengan rasio NPL net perbankan sebesar 0,75% (NPL gross: 2,65%). Di sisi lain, angsuran restrukturisasi Covid-19 mengalami perkembangan positif dengan mencatatkan penurunan sebesar Rp 13,27 triliun menjadi Rp 499,87 triliun dengan jumlah pelanggan juga menurun menjadi 2,40 juta pelanggan (Oktober 2022: 2,53 juta nasabah).

Posisi Devisa Neto (PDN) November 2022 tercatat sebesar 2,05 persen, jauh di bawah threshold 20 persen. Capital Adequacy Ratio (CAR) industri Perbankan tercatat meningkat menjadi 25,49% dari posisi Oktober 2022 nan sebesar 25,08%.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

19 Bank Ini Kurang Modal, Bakal Merger Atau Likuidasi?


(tep/ayh)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas