2023 Dihantui Resesi, Mending Nabung atau Investasi? | Drafmedia.com

2023 Dihantui Resesi, Mending Nabung atau Investasi? | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

'Awan gelap' bakal bakal menyelimuti perekonomian bumi tahun 2023. Dunia dihadapkan oleh ancaman resesi dunia nan salah satunya dipicu oleh pengetatan moneter nan dilakukan oleh beragam bank sentral melalui kenaikan suku kembang acuan.

Tentu saja, perihal itu juga menjadi tantangan bagi Indonesia. Bagi masyarakat, perihal ini juga menjadi tantangan lantaran juga menjadi pertimbangan dalam perihal menempatkan kekayaannya. Lalu, gimana sebaiknya?

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk, David Sumual menjelaskan, kondisi tahun tahun 2022 dan tahun 2008 nyaris serupa. Pada tahun 2008, banyak kelas aset mengalami penurunan imbal hasil. Namun, ada beberapa kelas aset nan mempunyai imbal hasil nan lumayan seperti US treasury.

Sementara, di tahun 2022 nyaris semua kelas aset mengalami pelemahan.

"Kecuali mungkin nan pegang simpanan aja," katanya kepada detikcom ditulis Senin (2/12/2023).

Di tahun 2023, David mengelompokan menjadi dua periode ialah periode awal dan akhir tahun. Menurutnya, untuk paruh pertama 2023, kondisinya tak jauh beda dengan tahun 2022. Menurutnya, bank sentral tetap garang mengerek suku kembang acuan.

Sementara, pasar saham condong ditinggal investor. Hal itu seperti halnya terjadi di luar negeri di mana saham-saham teknologi juga dihindari. Secara umum, kata dia, keahlian saham bakal menurun.

Dia juga menilai, nilai komoditas condong melemah. Pelemahan ini juga bakal bersambung pada awal tahun 2023.

Bersambung ke laman selanjutnya.

Selengkapnya
Sumber Berita Keuangan Update
Berita Keuangan Update
Atas