10 Cara Mendidik Anak agar Tumbuh Pintar Menurut Sains | Drafmedia.com

10 Cara Mendidik Anak agar Tumbuh Pintar Menurut Sains | Drafmedia.com

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh pandai dan sehat. Dalam perihal ini, peran orang tua sangatlah besar dan banget dibutuhkan.

Ada beberapa langkah untuk mendukung tumbuh kembang anak agar bisa menjadi cerdas. Berikut adalah 10 perihal nan menurut sains dapat membantu, seperti dikutip dari Time:

1. Pelajaran musik

Penelitian menunjukkan bahwa pelajaran musik membikin anak lebih pintar.

Sebuah studi mengawasi anak-anak dalam golongan musik. Mereka menunjukkan peningkatan IQ nan lebih besar dibanding anak nan tidak ikut kegiatan musik. Efeknya memang relatif kecil, tetapi perbedaan tersebut terlihat di seluruh subtes IQ, skor indeks, dan ukuran prestasi akademik standar.

Semakin banyak penelitian menemukan training musik memberi siswa untung belajar di kelas.

Bahkan, pengaruh positif musik juga bisa dirasakan orang tua. Sebuah studi Universitas Northwestern menemukan bahwa training musik dapat berfaedah bagi orang tua, dengan mengimbangi beberapa pengaruh penuaan nan merusak.

2. Aktivitas fisik

Meningkatkan kegiatan bentuk anak-anak mempunyai pengaruh positif terhadap konsentrasi, ingatan, dan perilaku mereka di kelas. Faktanya, kegiatan di luar ruangan nan membikin anak-anak bergerak, meski tidak sampai berkeringat, dapat meningkatkan kecerdasan, kreativitas, konsentrasi, dan keahlian perencanaan mereka.

Olahraga memengaruhi otak dengan membangun hubungan saraf nan membentuk ingatan dan kegunaan pelaksana bagian otak nan membantu anak merencanakan dan mengarahkan tindakan mereka. Mereka memerlukan ini di sekolah untuk mengendalikan mood, mengatur pekerjaan rumah, dan kemudian, tentu saja, menyelesaikan tugas sekolah.

3. Jangan membaca untuk anak Anda, bacalah berbareng mereka

Jangan biarkan anak Anda hanya menatap gambar di kitab saat Anda membaca. Perhatikan kata-katanya.

Membaca berbareng mereka, bukan untuk mereka. Penelitian menunjukkan itu membantu membangun keahlian membaca anak lantaran perihal orang tua memberi perhatian unik pada pengembangan keahlian dan strategi membaca anak.

Dengan demikian, membaca kitab berbareng merupakan sarana nan efektif untuk mempromosikan keahlian literasi dini, apalagi bagi anak-anak nan kurang beruntung.

4. Kurang tidur bikin anak bodoh

Kurang tidur selama satu jam setara dengan [hilangnya] pematangan dan perkembangan kognitif selama dua tahun. Ada hubungan antara nilai dan jumlah rata-rata tidur.

Ada hubungan antara cukup tidur dengan kecerdasan. Remaja nan mendapat nilai A rata-rata tidur sekitar 15 menit lebih lama daripada siswa dengan nilai B. 

5. IQ tidak banyak berpengaruh tanpa disiplin diri

Disiplin diri mengalahkan IQ dalam memprediksi siapa nan bakal sukses dalam hidup. Banyak penelitian menunjukkan bahwa ketekunan adalah satu-satunya aspek nan paling krusial untuk kesuksesan individu.

Siswa nan menunjukkan ketekunan lebih berkesempatan memperoleh nilai lebih tinggi di kelas. "Remaja nan mempunyai disiplin tinggi mengungguli rekan-rekan mereka nan lebih impulsif pada setiap variabel keahlian akademik," tulis para peneliti.

Disiplin diri lebih menentukan prestasi akademik daripada IQ. 

6. Belajar adalah proses aktif

Belajar adalah sebuah proses nan aktif, bukan pasif. 

Otak kita berevolusi untuk belajar dengan melakukan sesuatu, bukan dengan mendengar sesuatu. Jika Anda ingin, misalnya, menghafal satu halaman, lebih baik menghabiskan 30 persen waktu untuk membacanya, dan 70 persen waktu sisanya untuk menguji diri Anda bakal mahfuz itu.

7. Konsumsi makanan sehat

Penelitian menunjukkan makanan nan dikonsumsi mempunyai pengaruh terhadap nilai anak-anak.

Makanan tinggi karbohidrat, serat tinggi, dan lambat dicerna seperti oatmeal adalah nan terbaik, menurut penelitian. 

Sebanyak 16 mahasiswa diuji mengenai ketangkasan dan kecepatan berpikir. Kemudian mereka diberi makanan tinggi lemak dan rendah karbohidrat selama lima hari. Hasilnya, ketika diuji lagi, keahlian otak mereka menurun.

8. Anak nan senang adalah anak nan sukses

Anak-anak nan lebih senang condong tumbuh menjadi orang dewasa nan sukses dan berprestasi.

Rata-rata, orang nan senang lebih sukses daripada orang nan tidak senang baik dalam pekerjaan maupun cinta. Mereka mendapatkan testimoni keahlian nan lebih baik, mempunyai pekerjaan nan lebih bergengsi, dan mendapatkan penghasilan nan lebih tinggi. Mereka lebih mungkin menikah, dan sekali menikah, mereka lebih puas dengan pernikahan mereka.

Lalu, apa kunci membesarkan anak nan bahagia? Jadilah orang tua nan bahagia. 

9. Teman sebaya itu penting

Genetika Anda dan pasangan mempunyai pengaruh besar pada anak-anak Anda. Namun nan terpenting adalah lingkungan anak Anda.

Tinggal di lingkungan nan sehat, pergi ke sekolah nan bagus dan memastikan anak Anda berbaur dengan anak nan baik dapat membikin perbedaan besar.

10. Percayalah pada anak

Seringkali orang tua meragukan keahlian sang anak. Hal ini bisa jadi belenggu untuk Anda dalam mendidik mereka.

Anda jadi terkesan menahan mereka untuk berkembang. Akhirnya, anak jadi merasa tak percaya diri ketika melakukan sesuatu. Impian untuk mereka meraih kesuksesan pun bakal sirna.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Mau Masa Depan Anak Bahagia & Sukses? Ini Rahasianya


(hsy/hsy)

Selengkapnya
Sumber Lifestyle Update 2023
Lifestyle Update 2023
Atas